JENIS – JENIS PEMANFAATAN LAHAN SETELAH KEBAKARAN HUTAN DI KECAMATAN LANGGAM KABUPATEN PELALAWAN
Saputra, Cahyono
Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh
pepohonan dan tumbuhan lainnya yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan
untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Peristiwa kebakaran hutan dan lahan
merupakan permasalahan serius yang hingga saat ini sulit untuk diatasi. Tahun
2016 bahkan hingga pertengahan tahun 2017 peristiwa kebakaran hutan dan
lahan di Indonesia terus terjadi.
Kebakaran lahan merupakan salah satu penyebab kerusakan yang
memiliki dampak negatif. Kebakaran gambut, kebakaran vegetasi, atau kebakaran
semak, adalah sebuah kebakaran yang terjadi di alam liar, tetapi juga dapat
memusnahkan rumah-rumah dan lahan pertanian disekitarnya. Waddell (2002)
menyatakan pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan daya dukung fisik lahan
sangat berpengaruh terhadap kualitas lingkungan sekitarnya.
Di wilayah Kecamatan Langgam khususnya Desa Tambak, Segati, dan Sotol
sering terjadi kebakaran hutan baik secara sengaja maupun tidak disengaja seperti
pembukaan lahan untuk perkebunan dan pertanian. Kebakaran hutan dan lahan
sudah menjadi agenda tahunan di Kabupaten Pelalawan diantaranya di Kecamatan
Langgam. penyebab kebakaran secara umum telah diketahui oleh banyak pihak
yaitu karena kelalaian manusia itu sendiri dan ada juga membakar dengan sengaja
untuk membuka lahan perkebunan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis penggunaan lahan di
Desa Tambak, Desa Segati dan Desa Sotol Kecamatan Langgam kabupaten
Pelalawan setelah kejadian kebakaran hutan dan lahan sebelumnya dan
penyebabnya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survey yang
akan dilakukan dengan menyebarkan kuisioner dengan masyarakat dan
melakukan wawancara kepada Kepala Desa atau perwakilan .
Hasil penelitian yang telah dilakukan di Desa Tambak, Desa Segati dan Desa
Sotol yaitu ada beberapa jenis penggunaan lahan akibat kebakaran hutan seperti,
penggunaan area perkebunan dan pertanaian, dibiarkan begitu saja atau tidak
dimanfaatkan dan sebagai penggunaan lokasi jalan.
Penyebab kebakaran hutan dan lahan tersebut karena biaya yang murah
serta teknik pelaksanaan di lapangan yang lebih mudah dibandingkan dengan
metode penyiapan lahan yang lain.
pepohonan dan tumbuhan lainnya yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan
untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Peristiwa kebakaran hutan dan lahan
merupakan permasalahan serius yang hingga saat ini sulit untuk diatasi. Tahun
2016 bahkan hingga pertengahan tahun 2017 peristiwa kebakaran hutan dan
lahan di Indonesia terus terjadi.
Kebakaran lahan merupakan salah satu penyebab kerusakan yang
memiliki dampak negatif. Kebakaran gambut, kebakaran vegetasi, atau kebakaran
semak, adalah sebuah kebakaran yang terjadi di alam liar, tetapi juga dapat
memusnahkan rumah-rumah dan lahan pertanian disekitarnya. Waddell (2002)
menyatakan pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan daya dukung fisik lahan
sangat berpengaruh terhadap kualitas lingkungan sekitarnya.
Di wilayah Kecamatan Langgam khususnya Desa Tambak, Segati, dan Sotol
sering terjadi kebakaran hutan baik secara sengaja maupun tidak disengaja seperti
pembukaan lahan untuk perkebunan dan pertanian. Kebakaran hutan dan lahan
sudah menjadi agenda tahunan di Kabupaten Pelalawan diantaranya di Kecamatan
Langgam. penyebab kebakaran secara umum telah diketahui oleh banyak pihak
yaitu karena kelalaian manusia itu sendiri dan ada juga membakar dengan sengaja
untuk membuka lahan perkebunan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis penggunaan lahan di
Desa Tambak, Desa Segati dan Desa Sotol Kecamatan Langgam kabupaten
Pelalawan setelah kejadian kebakaran hutan dan lahan sebelumnya dan
penyebabnya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survey yang
akan dilakukan dengan menyebarkan kuisioner dengan masyarakat dan
melakukan wawancara kepada Kepala Desa atau perwakilan .
Hasil penelitian yang telah dilakukan di Desa Tambak, Desa Segati dan Desa
Sotol yaitu ada beberapa jenis penggunaan lahan akibat kebakaran hutan seperti,
penggunaan area perkebunan dan pertanaian, dibiarkan begitu saja atau tidak
dimanfaatkan dan sebagai penggunaan lokasi jalan.
Penyebab kebakaran hutan dan lahan tersebut karena biaya yang murah
serta teknik pelaksanaan di lapangan yang lebih mudah dibandingkan dengan
metode penyiapan lahan yang lain.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2020
- Bahasa
- en
- Last Updated
- 2022-06-09T04:38:38Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah